Kamis, 01 Agustus 2013


Tak seorang pun mendapati begitu saja bahwa hidup ini bernilai, kita sendirilah yang harus membuatnya bernilai. 


                     Hiduplah untuk belajar dan Anda akan belajar hidup.........


Kebersamaan dengan teman teman  ....Les Mandri,Taufiq,Wi, Al dan Ali Musri
arti persahabatan......

Hidup sepatutnya diperkaya dengan persahabatan. Mencintai dan dicintai adalah kebahagian tak terperikan. (Sydney Smith)





Focus......Hidup kita akan selalu penuh makna jika hati kita selalu mau memberi.

Tak seorang pun mendapati begitu saja bahwa hidup ini bernilai, kita sendirilah yang harus membuatnya bernilai. 




Sabtu, 28 Juli 2012

Madani Hotel Medan.........
Sumut Perlu Gencarkan Promosi Pariwisata Friday, July 27 2012 16:33 WIB | Beyond Bali |
Medan (Antara Bali) - Pelaku pariwisata di Medan menyatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara perlu lebih intensif mempromosikan beragam potensi wisata di daerah itu ke mancanegara termasuk kawasan Eropa. "Promosi pariwisata Sumatera Utara (Sumut) ke mancanegara hendaknya dilakukan secara intensif dan berkelanjutan," kata General Manager Hotel Madani Medan Dedi Nelson Fachrurrozy di Medan, Jumat. Dia menilai, program promosi pariwisata Sumut ke mancanegara selama ini masih belum maksimal, termasuk ke negara-negara di Eropa. Padahal, kata Dedi, Sumut memiliki banyak objek wisata alam, wisata sejarah serta budaya, dan wisata konvensi yang jika dipromosikan secara intensif dan berkesinambungan akan mampu menarik minat wisatawan asing berlibur ke provinsi itu. Khusus bagi wisatawan asal Eropa, lanjut dia, keberadaan sejumlah bangunan gedung peninggalan pemerintah kolonial Belanda di Sumut diperkirakan akan mampu memberi daya tarik tersendiri.(DWA/T007

Kamis, 21 Juni 2012

“Gulai Paku” Masuk Hotel Berbintang di Medan

Medan, 20/6 (ANTARA) – Makanan khas daerah Pariaman, Sumatera Barat, ketupat gulai pakis atau “gulai paku”, mulai disajikan kepada para tamu di Hotel Madani Medan, salah satu hotel bintang empat di Medan. “Para tamu di hotel kami kini dapat menikmati ketupat “gulai paku” dan “sala bulek”, kata General Manager Hotel Madani, Dedi Nelson Fachrurrozy, di Medan, Rabu. Penyajian makanan khas pesisir Sumatera Barat itu, menurut dia, merupakan bagian dari kebijakan manajemen hotel tersebut untuk memperkenalkan aneka ragaman makanan khas daerah di Sumatera. “Gulai paku” adalah makanan yang cukup populer di Sumatera Barat, terutama di daerah pesisir barat. Gulai ini berbahan dasar daun pakis dengan bumbu santan, lengkuas, cabe rawit hijau, asam kandis, dan kunyit. Gulai paku ini biasa disajikan dengan ketupat. Selain ketupat gulai pakis, pihaknya juga menyajikan makanan khas Pariaman lain, yaitu “sala bulek” atau sala bulat. Untuk membuat gulai pakis dibutuhkan bahan baku, antara lain tepung terigu, ikan atau udang serta kepiting, dan kunyit. Makanan khas Minang ini dibentuk sedemikian rupa menjadi bundar seperti bola pingpong. Sala Bulek, menurut Dedi, juga cocok disajikan bersama ketupat gulai pakis. Dia mengungkapkan, ketupat gulai pakis dan “sala bulek” ternyata banyak mendapat respon dari para tamu hotel bintang empat yang berlokasi di kawasan inti kota Medan itu. “Keberagaman menu makanan khas daerah yang kami sajikan selama ini bertujuan untuk “memanjakan” selera para pengunjung,” ujarnya. Lebih lanjut dia menilai bahwa makanan khas daerah memiliki potensi dan daya tarik tersendiri untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata. “Makanan maupun minuman khas daerah di Indonesia perlu lebih gencar dipromosikan dan dimasukkan dalam paket promosi pariwisata,” ujar dia. Selama ini, menurut Dedi, promosi pariwisata yang berkaitan dengan menu makanan khas daerah masih belum maksimal.***2***(KR-JRD) (T.pso-197/B/S006/S006)