Selasa, 24 Agustus 2010

on duty

Kiprah Orang Surau Memimpin Hotel Syariah

Tanpa ragu-ragu Dedi Nelson Fachrurozi, 45, General Manager dari sebuah hotel internasional berbasiskan syariah, menyebutkan dirinya sebagai orang dengan masa kecil yang gadang (besar) di surau (mushala). Malah pengalaman hidup semasa di surau untuk belajar mengaji Al Quran serta pendidikan informal lain mengenai ilmu agama Islam telah menguatkan pengetahuan yang diperolehmya dalam pendidikan formal untuk tampil memimpin sebuah hotel berbintang yang menerapkan sistem syariah.


Sepintas melihat wajah atau profil dirinya, sepertinya agak sulit meyakini pria berkulit kuning langsat yang mirip warga Tionghoa ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tetapi setelah ditelusuri mengenai pribadinya, semua unek-unek dirinya mulai dari masa kecil sampai menjadi orang penting dalam memimpin berbagai hotel bertaraf internasional bisa terungkap habis.


“Menempati jabatan General Manager di Hotel Madani Medan bukan serta merta atau dengan karbitan, tetapi panjang sejarah dalam urutan pengalaman yang dijalani sebelumnya,” kata pria kelahiran 1963 di Nagari Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dalam suatu percakapan khusus dengan Waspada Minggu (20/6) di ruang kerjanya.


Sebagai orang yang dibesarkan di surau, tempat resmi belajar mengaji Al Quran bagi anakanak balita dan pemuda di Sumbar, Dedi Nelson Fachrurozi (foto) mengaku tidak begitu kaget sewaktu ditawari memimpin sebuah hotel internasional bernuansa syariah itu karena siap untuk dikombinasikan dengan ilmu agama yang diperoleh di surau serta sewaktu belajar di pendidikan formal sampai perguruan tinggi.


“Mulai usia sekolah saya bersama rekanrekan pria lainnya di kampung sudah diharuskan tidur di surau usai belajar Al Quran serta menerima ceramah soal agama Islam,” kata Dedi Nelson Fachrurozi yang mengaku tidur di surau hampir merata berlaku bagi semua anak laki-laki di Minangkabau, hanya anak perempuan yang boleh tidur di rumah.


Walau sebagai orang surau yang ditempa dengan ilmu agama Islam, menurut Dedi, tidak mengharuskan santri surau itu bersekolah di sekolah agama tetapi bebas memilih ke sekolah umum seperti SMP dan SMA. Buktinya dia sendiri luluasan SMA Negeri I Batusangkar.


Jadi dasar itulah, rata-rata pemuda dan pemudi tidak perlu diragukan lagi mengenai pengetahuan tentang Islam, apalagi soal membaca Al Quran, orang-orang surau itu sudah hampir semua khatam Al Quran yang diadakan dalam suatu acara khusus bagaikan kenduri besar dengan memotong lembu ataupun kerbau.


Jadi suksesnya Dedi Nelson Fachrurozi itu memimpin hotel syariah berbintang seperti Hotel Madani juga tidak terlepas dari keberhasilan orang yang dibesarkan di surau. Begitupun, dia mengaku terkadang orang kota, tidak begitu banyak tahu tentang itu karena surau sering diartikan dengan lapau akibat mereka itu tidak pernah mengalami hidup di surau.


Sebenarnya dia tidak menyangka akan bekerja di Medan, apalagi sampai akhirnya memimpin sebuah hotel internasional syariah. Karena latar belakang pendidikan sejak SD sampai SMA adalah di kampung halaman di kota Batusangkar, kirakira 102 km dari kota Padang. Tetapi dikarenakan ada tawaran beasiswa dari pemerintah bagi lulusan SMA berprestasi, Dedi membulatkan tekatnya untuk memilih kuliah di Akademi Bahasa Asing di Medan.


“Kalau saya ingat beasiswa yang didapati itu, saya ini tak ubahnya bagaikan Malin Kundang, gara-gara berhasil memperebutkan peluang kerja di Medan akhirnya lupa mengabdi untuk kampung halaman,” kata Dedi yang mengaku beruntung mengabdi di kota besar seperti Medan, karena kalaupun kembali ke Sumbar usai menamatkan kuliah, paling-paling bekerja sebagai guru di sana.


Sebelum memimpin Hotel Madani yang menerapkan sistem Syariah, Dedi mengaku telah melanglangbuana mengabdi pada berbagai perusahaan besar, yang umumnya bergerak di bidang perhotelan dan kepariwisataan.


“Saya memulai karir, usai menjalani pelatihan khusus mengenai perhotelan, di Aerowisata, anak perusahaan milik Garuda, kemudian bergabung dengan SOL Melia, milik Spanyol, seterusnya dengan Semboway PTE, perusahaan milik Singapura,” kata Dedi yang mengaku sebelum bergabung dengan Hotel Madani Medan, dia sempat bekerja di Hotel Tiara dan Hotel Grand Angkasa dengan jabatan terakhir sebagai F&B Operation Manager.


Sementara memimpin Hotel Madani yang syariah itu, menurut Dedi, dia menerapkan Strategi yang meliputi ide atau impian, kecepatan membaca pasar dan kecepatan bertindak. Tiga prinsip inilah yang dikembangkannya sehingga Hotel Madani yang dipimpinnya sejak berdiri tahun 2006 dengan 173 kamar, kini rata-rata 70 persen terisi dengan 40 persen berasal dari Malaysia, dan 30 persen penginap campuran, terutama berasal dari Aceh. (m23)

Selasa, 25 Mei 2010

Sukses Tanpa Pendekatan Keluarga


Dedi Nelson Fachrurrozy, General Manager Hotel Madani

Kiprah Dedi Nelson Fachrurrozy di dunia perhotelan, khususnya Kota Medan tidak asing lagi. Soalnya ayah empat anak ini sudah malang melintang di bisnis jasa tersebut. Pindah dari satu hotel ke hotel lain hingga akhirnya Dedi- sapaan akrab suami Furneli Susanti ini menjabat karir puncak sebagai General Manager (GM) Hotel Madani Jalan SM Raja Medan.
Sebelumnya, Dedi tidak pernah membayangkan akan bekerja di hotel, apalagi menjadi General Manager.

S oalnya sejak kecil Dedi pingin menjadi diplomat, luas pergaulan dan banyak pengalaman. Tapi cita-cita itu tinggal kenangan. Karena faktor ekonomi, Dedi rela bekerja apa saja, asalkan pekerjaan itu halal dan membuahkan hasil untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Maklum, Dedi merupakan anak sulung dari lima bersaudara yang menjadi panutan bagi adik-adiknya.
Bermodal beasiswa dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Dedi hijrah dan menimba ilmu di Universitas Swadaya Medan. Namun, Dedi juga harus bekerja kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebab dia tidak punya sanak keluarga di ibukota Sumatera Utara tersebut. Sambil kuliah di Jurusan Bahasa Inggris Dedi, meluangkan waktu untuk mengajar privat Bahasa Inggris dari satu rumah ke rumah lain. Berikut petikan wawancara wartawan koran ini Adi Candra Sirait dengan General Manager Hotel Madani, Dedi Nelson Fachrurrozy di Hotel Madani Jalan SM Raja Medan, Kamis 20 Mei 2010.

Sudah lama Anda menjadi GM Hotel Madani?
Wah, sudah. Sejak hotel ini berdiri tahun 2007 saya sudah bekerja di hotel bintang empat ini. Bisa dikatakan saya ‘dibajak’ dari tempat saya bekerja dulu di Hotel Grand Angkasa. Tapi prinsip saya, bekerja sesuai dengan profesionalisme. Dimana pun saya bekerja dan hotel apa pun itu, saya tetap bekerja secara profesional dan mengandalkan ilmu dan pengalaman yang saya miliki.
Jadi GM pun saya di Hotel Madani ini, tidak ada hubungannya dengan pendekatan keluarga meskipun saya dengan pemilik hotel sama-sama berasal dari Sumatera Barat. Kesamaan itu hanya kebetulan saja, dan saya tetap bekerja berdasarkan profesionalisme.

Apa perasaan Anda ketika menjabat sebagai GM?
Senang sekali, sebab GM adalah karir puncak di dunia perhotelan. Sebelumnya saya memang sudah berulang kali menjabat sebagai manager, tetapi menjabat General Manager baru kali ini.
Awal mula menjadi General Manager Hotel Madani, saya harus kerja keras, apalagi hotel tersebut baru saja berdiri. Tata letak barang, pengaturan kamar, ruang pertemuan, dan perangkat hotel lainnya tak luput dari pekerjaan saya di awal hotel ini buka. Intinya pekerjaan itu sangat berat, belum lagi mengendalikan 200 karyawan yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda satu sama lainnya. Tapi ini tantangan bagi saya, meski pun berat Alhamdulillah saya jalani dengan baik, hingga akhirnya Hotel Madani berdiri seperti sekarang ini. Saya bersyukur dengan konsep hotel Islami, Hotel Madani dapat diterima konsumennya, dan yang menggembirakan lagi dari 172 kamar dan 8 ruang pertemuan setiap harinya tidak pernah sunyi dari pengunjung.

Memang, dari awal cinta-cita Anda ingin bekerja di hotel ya?
Tidak. Pekerjaan ini saya dapatkan seiring dengan bergulirnya waktu. Dari awal saya pingin jadi seorang diplomat, tugas di luar negeri dan luas pergaulan. Tapi itu cuma cita-cita yang tinggal kenangan. Tapi saya tetap bangga karena ternyata adik saya yang menggapai cita-cita diplomat tersebut. Pekerjaan yang saya geluti saat ini, tetap saya syukuri dan merupakan bagian dari rezeki yang diberikan tuhan yang maha kuasa kepada saya dan keluarga. Saya mulai menggeluti pekerjaan di bidang perhotelan sejak tahun 1987, tepatnya setelah selesai menimba ilmu di D-3 Universitas Swadaya Medan.
Lantas bagaimana perjalanan kuliah Anda?
Kuliah saya berjalan lancar. Saat menjadi mahasiswa, saya aktif di Resimen Mahasiswa sehingga di kalangan mahasiswa dan dosen, nama saya tidak asing lagi. Bahkan prestasi akademik saya pun saat kuliah sangat menonjol. Di luar jam kuliah saya terpaksa banting tulang untuk mencari tambahan kebutuhan hidup dengan cara mengajar les privat Bahasa Inggris.

Hal ini saya lakukan dengan niat tidak ingin membebani orang tua, sebab tanggungjawab orangtua saya kala itu sangat berat yakni beban pendidikan empat adik saya dan kebutuhan hidup sehari-hari. Setelah tamat saya disuruh balik ke Batusangkar. Karena sesuai dengan perjanjian ikatan dinas saya harus menjadi PNS di Pemkab Tanah Datar. Tapi kesepakatan itu saya langgar, saya tetap tidak mau pulang ke kampung halaman karena saya tidak ingin jadi PNS. Jujur saja PNS bukan pekerjaan idola dan saya tidak mau menjadi PNS karena banyak sekali birokrasi di sana.
Iseng-iseng saya melamar di Hotel Polonia Medan, kalau itu ada penerimaan tenaga kerja. Namun begitu melamar, alangkah terkejutnya saya ternyata bukan lowongan penerimaan tenaga kerja, tetapi kesempatan untuk mengikuti pelatihan perhotelan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dengan Kanwil Departemen Tenaga Kerja Indonesia.

Karena tidak punya pekerjaan, akhirnya saya ikut pelatihan itu apalagi setelah saya dalami pelatihan itu merupakan pilot project pelatihan pariwisata di Pulau Sumatera. Tiga bulan mengikuti pelatihan, saya banyak mendaptkan ilmu dan syukurnya lagi saya keluar sebagai peserta pelatihan terbaik. Bermodalkan prestasi inilah akhirnya saya ditawar untuk bekerja di Hotel Tiara Medan.
Apa perasaan Anda kala itu?
Luar biasa senangnya. Apa lagi karir saya di Hotel Tiara terus melejit dari posisi waters (pelayan) hingga Supervisor. Saya termasuk karyawan yang disayangi oleh pimpinan. Saya bekerja di Hotel Tiara dari tahun 1988 hingga 1993, setelah itu pulang kampung ke Sumatera Barat dan bekerja di sebuah hotel milik perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia. Kala itu posisi saya menjadi Duty Manager. Tahun 2008 saya pindah ke Pulau Bintan, padahal kala itu terjadi gejolak krisis moneter. Waktu itu saya sempat tidak tahan bekerja di Pulau Sumatera dan rasanya ingin pindah ke luar negeri. Hampir setiap hari terjadi kerusuhan dan aksi penjarahan di mana-mana. Untungnya saya tidak jadi lari ke luar negeri hingga akhirnya saya balik ke Medan dan bekerja di Hotel Grand Angkasa. Lagi-lagi jabatan saya di hotel bintang lima itu sebagai Manager. Barulah tahun 2007 saya pindah ke Hotel Madani jadi GM Hotel Madani hingga sekarang.

Apa hikmah yang Anda petik dari perjalanan karir ini?
Banyak. Tapi intinya setiap pekerjaan harus dikerjakan secara ikhlas. Bekerja dengan hati maka hasilnya pun akan maksimal dan pikiran pun menjadi tenang. Inilah yang saya lakukan hingga sekarang, makanya meskipun beban pekerjaan di hotel banyak, tetapi saya enjoy saja. Jalani saya pekerjaan dengan baik dan rasa ikhlas. (*)
Bawa Anak Renang

Di tengah kesibukan Dedi Nelson Fachrurrozi mengurusi Hotel Madani, alumni SMA Negeri 1 Batusangkar ini menyempatkan waktu mengajak anaknya berenang. Setiap Minggu, dia bersama istri dan keempat anaknya berenang di Kolam Renang Cemara Asri.
“Saya hampir tiap Minggu bawa anak renang. Jadi sebelum berenang kami terlebih dahulu sarapan pagi di Hotel Madani,” ungkap Dedi.

Dia mengaku tidak segan-segan membawa anaknya ke hotel. Apalagi saat ini dia tinggal di luar hotel, padahal sesuai dengan standar perhotelan, seorang General Manager (GM) harus tinggal di dalam hotel, sehingga mudah mengontrol operasional hotel dengan cepat.
Dedi mengaku, bekerja sebagai GM Hotel Madani harus meluangkan waktu 24 jam. Sebab, hotel merupakan perusahaan jasa. “Jadi jangan heran kalau kadang kala saya pulang dari hotel jam 2 malam, atau bahkan jam 3 malam. Tetapi ada kalanya juga pulang jam 8 malam,” ungkap Dedi.
Nah, untuk berbagi kasih sayang dengan keluarga, makanya Dedi mengagendakan untuk membawa anak dan istrinya setiap hari Minggu berenang. Dengan renang kata Dedi maka pikiran jadi tenang. Beda dengan olahraga lain, ketika kepala berada di dalam air, maka segala pemikiran yang selama ini penat bisa hilang seketika. Inilah alasannya kenapa Dedi senang renang di banding olahraga lainnya. Selain itu, setiap pagi Dedi juga mengantarkan anaknya ke sekolah sambil berangkat ke hotel.
“Pokoknya hotel ini sudah saya anggap menjadi istri pertama, sementara istri kedua adalah keluarga di rumah,” kata Dedi sambil bercanda. Apa pun yang terjadi di hotel, sudah menjadi tanggungjawab Dedi, maka perhatiannya terhadap hotel bintang empat itu harus full.
Apakah anggota keluarga tidak protes dengan sistem kerja Anda yang seperti itu? Kalau dibilang protes, ya tetap protes. Hanya saja, kata Dedi, dia harus bisa memberikan penjelaskan kepada anak dan istrinya bahwa pekerjaan di hotel sangat berat.

“Tapi untunglah karena saya sudah lama bekerja di hotel, keluarga sudah memahami waktu kerja saya. Makanya dalam satu Minggu itu saya harus menyisikan waktu untuk mereka,” ungkap Dedi. (dra)

Senin, 10 Mei 2010

My Junior.... Kevin & Angga

Anak Gadis KU......

Kiat Sukses " Dedi Nelson "



Dedi Nelson Fachrurrozy General Manager Madani Hotel Medan –
Bekerja dari Hati

Saturday, 03 April 2010 00:24
Setiap kali kita mendengar nama Madani Hotel yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja/Amaliun No 1 Medan, pasti langsung terlintas sebuah hotel yang dikenal bernuansa Islami. Mulai dari penampilan karyawan-karyawatinya dan cara pelayananan mereka kepada para tamu yang datang, nama-nama ruangan (menggunakan nama Arab), nama-nama menu makanannya, dan sebagainya. Lalu siapakah orang yang mensetting konsep hotel Madani ini? Ternyata dia adalah Dedi Nelson Fachrurrozy, yang tidak lain dan tidak bukan General Manager Madani Hotel.

Senyum ramah Dedi Nelson mengembang saat menghampiri Global yang menunggunya di ruangan loby Madani Hotel, Kamis siang (1/4). Mengenakan stelan kemeja putih, dipadu dasi merah dan jas abu-abu, Dedi menyapa hangat dan mengajak Global ke ruangan restoran hotel tersebut.

Ya, hari itu sesuai dengan janji yang dibuat sebelumnya, Dedi Nelson memang sengaja meluangkan waktunya untuk diwawancara Global seputar perjalanan karir dan juga kiat-kiatnya untuk mencapai kesuksesan.

Setelah meminta beberapa menu makanan dan minuman pada waiter, Dedi Nelson memulai kisah hidupnya. Matanya sejenak menerawang ke masa kecil di sebuah perkampungan di Sumatera Barat. Nama kampong itu Limo Kaum, Batusangkar.

Pria kelahiran 25 Maret 1965 ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beragama dan dibiasakan untuk disiplin sejak kecil. Sebagai anak dari keluarga petani ulung, sejak duduk di bangku SD, Dedi sudah terbiasa memandikan kerbau dan memotong rumput.

Pada waktu SMP, Dedi terbiasa pula membantu ibunya yang berjualan "katupek" (lontong ketupat- kalau di Medan), dengan bagian pekerjaan memarut kelapa untuk santan sayur "katupek" tersebut. Pekerjaan memarut kelapa itu dilakukannya setiap sore. "Saya memang sudah terbiasa hidup disiplin dan teratur sejak kecil," cerita Dedi memulai kisahnya.

Pada waktu SMA, kebiasaan itu pun tetap berlangsung. Setiap pagi ia harus mengikuti kursus Bahasa Inggris, dan siang harinya sekolah, lalu setelah pulang sekolah membatu sang ibu memarut kelapa. "Saya jarang main-main seperti anak lainnya, karena tak punya waktu," ungkapnya.

Di SMA tempatnya menimba ilmu, Dedi selalu menjadi ketua kelas atau wakil ketua kelas. Hingga akhirnya tamat SMA, Dedi mendapat beasiswa dari yayasan yang dikelola Ibu Nelly Adam Malik untuk melanjutkan kuliah ke STBA Swadaya Medan. Tapi syaratnya, setelah tamat kuliah nantinya, Dedi harus kembali untuk mengabdi pada kampung halamannya Batusangkar.

Selama kuliah di STBA Swadaya, Dedi terbilang mahasiswa yang berpengaruh. Ia aktif di Resimen Mahasiswa dan juga KNPI. Namun dalam kesibukannya kuliah dan berorganisasi, ia juga masih menyempatkan diri memberi les private untuk anak-anak SMP.

Berawal dari pidato

Pada tahun 1987, Dedi menamatkan kuliahnya di STBA Swadaya. Namun tiba-tiba ia gamang ketika sang ibu yang datang pada hari wisudanya mengajak pulang kampung. Ya, Dedi sendiri masih ingat kalau beasiswa yang diterimanya selama menyelesaikan kuliah ada ikatan dinasnya, bahwa seusai tamat, ia harus mengabdi pada kampung halamannya.

Kepada sang ibu, Dedi mengatakan tak akan pulang kampung dulu, tapi ingin coba-coba melamar pekerjaan di Medan. Sang ibu pun tak bisa memaksa. Dan Dedi pun mulai mencoba melamar pekerjaan ke Hotel Polonia. Dan bermula dari sinilah akhirnya membuat Dedi mulai melanglang buana dari satu hotel ke hotel lainnya.

Lamaran yang diajukan Dedi ke Hotel Polonia mendapat jawaban dari pihak Hotel Polonia. Dedi disuruh datang ke hotel tersebut. Saat ia datang, baru diketahui kalau di hotel tersebut ada pelatihan hotel yang pertama kalinya diadakan di Kota Medan, dengan penyelenggaranya Dinas Pariwisata dan Pemko Medan. Pelatihan yang berlangsung 3 bulan itu diikuti ratusan peserta.

Pada acara penutupan pelatihan yang diadakan di Hotel Tiara Medan, Dedi diminta berpidato memberikan sepatah kata mewakili peserta lainnya. "Saya berpidato di depan Dirjen Pariwisata, dan selesai berpidato semua orang menyalami saya sambil mengatakan pidato saya sangat bagus," cerita Dedi sambil tersenyum mengingat masa itu.

Tak berapa lama usai menyampaikan pidato, Dedi didatangi pihak manajemen Hotel Tiara. Ternyata Dedi ditawarkan untuk bekerja di Hotel Tiara. Dedi menerimanya. Berawal menjadi waiter selama 3 bulan, Dedi kemudian naik posisi menjadi supervisor.

"Saya banyak belajar dari Hotel Tiara ini, apalagi di sini saya bekerja selama 6 tahun sampai tahun 1993," ungkap pria yang hobi melukis ini.

Pada tahun 1993, Dedi kemudian pindah kerja ke Hotel Pusako Bukittingi sebagai manager sampai tahun 1998. Lalu pada tahun 1998 pindah ke Pulau Bintan, bekerja dengan perusahaan Spanyol, mendapat kepercayaan menjadi FB Manager yang mengelola hotel, villa dan restoran.

Di Pulau Bintan itu Dedi banyak belajar, karena market hotel, villa dan restoran yang dikelolanya berkonsep internasional. Di sini pula Dedi banyak belajar tentang disiplin, respek, invatif dan team work.

Namun pada tahun 2001, Dedi meninggalkan pekerjaannya di Pulau Bintan dan kemudian menjadi FB Manager di Grand Angkasa Hotel. Di sini pun Dedi mengaku banyak belajar dari sosok General Manager hotel ini bernama James T.

"Dari beliau saya banyak terinspirasi, dan banyak belajar tentang kesabaran serta bagaimana kita bisa bekerja dengan hati," ujar Dedi.

Menurut Dedi, ia memang sangat merasakan manfaatnya bahwa dengan bekerja dari hati, seberat apa pun pekerjaan jadi mudah dan lancar. Di sini juga Dedi mendapatkan pelajaran bahwa rahasia hidup adalah kesimbangan emosi.

Selama 5 tahun menjadi FB Manager di Grand Angkasa Hotel, pada tahun 2006 Dedi mendapat kepercayaan untuk menjadi General Manager Madani Hotel. Ia tidak duduk manis menerima posisi itu setelah pembagunan hotel selesai. Tapi Dedilah yang memang mensetting mulai dari nama, logo, pembangunan, konsep pelayanan dan market, bahkan komposisi personil hotel.

"Saya sangat terharu, ketika hotel ini diresmikan dulu. Ya…wajar karena semua konsepnya memang hasil settingan saya. Dan saya juga senang karena meski konsep Madani Hotel bernuansa Syariah, tapi tamu yang menginap bukan hanya dari agama Islam saja tapi dari agama lainnya. Sudah pasti mereka memilih menginap di hotel ini karena perbedaan Madani Hotel dengan hotel-hotel lainnya di Medan," kata Dedi seraya menyebutkan sejumlah nama pejabat pusat yang menginap di hotel tersebut.

"Satu kelebihan hotel ini adalah siapa pun yang menginap akan merasa nyaman dan aman," tambah Dedi tersenyum penuh makna.

Senin, 04 Januari 2010

" Bisnis Card "

Ramalan menurut Shio Macan -2010

“Shio Macan 2010

Di Timur, shio Macan mempunyai ramalan dan melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Sebagai pribadi yang suka berontak, beranekaragam dan tak dapat diramalkan, Shio macan memegang kendali kekaguman dan kehormatan dari segala penjuru. Shio dengan data tahun 1902 | 1914 | 1926 | 1938 | 1950 | 1962 | 1974 | 1986 | 1998 | 2010 adalah pejuang yang ganas dan tak mengenal takut.

Macan adalah pribadi yang menyenangkan buat diajak bergaul, asal saja anda siap-sedia buat segala macam aktivitas yang datang bersama kepribadian dinamisnya. Vitalitas dan semangat hidup orang ber shio Macan ternyata mudah menular. Ia pandai membangkitkan seluruh perasaan dalam diri orang, keculai ketidak acuhan. Dan tidak dapat dipungkiri, Macan yang memikat ini memang senang menjadi pusat perhatian.

Pembawaan shio Macan yang resah dan tak dapat berdiam diri menyebabkannya selalu tak sabar untuk bertindak. Namun, karena wataknya yang juga mudah curiga, ia terkadang menjadi ragu-ragu atau tergesa-gesa mengambil keputusan. Baginya sulit buat mempercayai orang lain atau menaklukkan pergolakan emosinya. Namun, walaupun temperamennya panas, ia juga tulus, penuh kasih sayang dan murah hati. Di samping itu ia punya selera humor yang mengagumkan.

Dalam kehidupan Macan mestilah ada suatu saat dimana ia akan bertindak hanya berdasarkan dorongan hatinya agar dapat memerankan semua peran fantastis yang diinginkannya. Yaitu, suatu kesempatan saat dimana ia dapat mencibir pada apa yang tak disetujuinya, mencaci masyarakat yang kolot dan mengejek tradisi yang terlalu mengikat. Shio Macan harus mengekspresikan dirinya, menegakkan identitasnya dan membentuk kepribadiannya. Maka seandainya pemberontakan atau kesempatan untuk menyatakan pendapat secara blak-blakan ditawarkan padanya, maka jalan itulah yang akan dipilihnya untuk menyatakan, "Inilah diriku!" Walaupun demikian, sembilan dari sepuluh orang di antara kita bahkan cenderung buat menjagoinya. Kita boleh saja menggelengkan kepala melihat keberaniannya atau menahan napas melihat tindakannya yang gila, namun pada saat yang sama kita juga tak lupa memanjatkan doa dalam hati masing-masing baginya, dan bahkan kita ikut membagi kemenangan bersamanya waktu kita lihat dia sukses.

Kalau Macan sedang kesal, ia akan membutuhkan segerobak simpati dari anda. Jangan memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Pada saat seperti ini logika tak berarti apa-apa baginya. Jangan segan-segan menghiburnya, sebab ia akan menghibur anda dua kali lebih banyak bila situasinya terbalik. Shio Macan akan senang mendengarkan kata-kata bijak anda dan akan memperhatikan setiap nasihat. Namun, itu bukan berarti ia akan mengikutinya. Setelah anda pergi, yah, ada kemungkin besar Macan akan pergi juga dan melaksanaan apa yang telah direncanakannya semula!
Meskipun intensitas perasaannya terkadang membuatnya agak sulit diandalkan pada saat-saat yang menekan baginya, shio Macan masih dikenal mampu buat menyentuh perasaan publik. Kalau sedang berkepala dingin, pribadinya terasa hangat, sensitif dan simpatik. Sebaliknya, kalau sedang kumat, ia keras kepala, tak bisa ditolerir dan hanya tunduk pada kehendaknya sendiri.

Seperti juga shio Naga dan shio Ayam, warga shio Macan mempunyai ego yang amat besar. Uang, kekuasaan dan ketenaran tak akan berarti apa-apa baginya apabila egonya terluka. Dalam keadaan ini, Macan mempunyai ramalan dapat menjadi pengacau yang paling busuk yang pernah anda temui. Ia akan melakukan apa saja untuk membalaskan dendamnya, meski harus ditebus dengan membakar rumahnya sendiri. Kata-kata yang tampak sepele bagi orang lain bisa saja membakar emosinya, padahal hal-hal besar dibiarkan lewat tanpa digubris. Ingatlah: Macan paling benci kalau diabaikan!

Dua kelemahan warga shio macan dalam hidup ini adalah ketergesaannya di satu pihak, dan ketidak becusannya mengambil keputusan di lain pihak. Andainya ia belajar buat mengambil jalan tengah, Macan akan merupakan pribadi yang luar biasa sukses.

Di lubuk hati, Macan adalah orang yang amat romantis. Ia senang melucu, namun juga mesra dan sentimental sekaligus, makanya asyik juga jika kebetulan anda berpacaran atau menikah dengan seorang Macan. Namun, perlu diingat ia sangat posesif dan suka mencari gara-gara bila sedang cemburu.

Secara keseluruhan, kehidupan shio Macan mempunyai ramalan yang berubah-ubah, diwarnai oleh tawa-ria, air mata, sakit hati, kegembiraan, putus asa dan oleh setiap perasaan lain yang dikenal manusia. Meskipun demikian, jangan sekali-kali mengasihani dirinya. Ia tak memerlukannya. Ia hanya dapat mencintai kehidupan apabila ia diperbolehkan buat mereguk isinya hingga puas, tentu berdasarkan cara yang dipilihnya sendiri. Macan adalah pribadi yang luar biasa optimis, yang akan selalu siap kembali bagi tantangan baru.
Ramalan Tahun 2010

Sebelum tutup tahun 2009, maka Ramalan tahun 2010 akan menjadi perhatian tersendiri bagi banyak orang, tak terkecuali dengan masyarakat yang sebenarnya tidak percaya dengan ramalan. Tahun 2010 diramalkan akan semakin berat, apalagi beberapa waktu lalu muncul ramalan perang dunia 3 yang membuat banyak orang sedikit was was dengan masa depan. Belum lagi efek film 2012 yang menggambarkan berakhirnya dunia secara keseluruhan atau biasa dikenal dengan kiamat. Ramalan 2010 sebentar lagi akan menjadi pusat pencarian di akhir tahun ini

Jika dilihat dari Shio yang dimiliki oleh tahun 2010, maka tahun depan akan masuk pada wilayah Shio Macan yang melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan. Disisi lain Shio macam suka memberontak, ganas dan tak kenal takut. Sifat yang paling dominan dalam Shi Macan adalah ia bertindak hanya dengan dorongan hatinya tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Ketika ia sedang marah, maka logika otomatis ia kesampingkan, karena macan hanya bisa tunduk dengan kehendaknya sendiri. Ramalan mengenai Shio macan yang dimiliki oleh tahun 2010 memang diwarnai dengan perubahan karena karakter macan memang sangat sulit untuk dimengerti

Lalu dengan gambaran Shio macan yang menaungi tahun 2010 nanti, apakah tahun depan, bumi, khususnya di Indonesia akan diwarnai dengan kekerasan dan tindakan yang diambil tanpa berpikir secara ligika terlebih dahulu. Apakah kesulitan ekonomi, perang, bencana alam dan kematian masal akan menghampiri 2010 ? Yang jelas, sebentar lagi kita akan menjumpai para peramal terkenal yang berbicara mengenai gambaran dan ramalan tahun 2010 sesuai dengan apa yang telah mereka lihat. Kita berharap saja semuanya masih bisa terkendali dan kedamaian hidup masih bisa kita temui di tahun 2010 ini. Setiap kejadian atau ramalan yang telah dikemukakan oleh para peramal, sebaiknya kita anggap sebagai garis waspada untuk kita dan kita serahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa.

Sabtu, 12 Desember 2009

Gran Melia Hotels Makes China Debut

Gran Melia Hotels and Resorts announces the expansion of its regional presence in Asia with its newest 5-star hotel, Gran Melia Shanghai, the brand's first property in China. The hotel is set to open on December 12, providing effortless access to the city's many cultural, entertainment and shopping attractions, accommodating discerning guests and business travelers from around the world.


The 686-room hotel will be located in the Lujiazui Financial & Trade Zone within the city's central Business District within walking distance to the famed Oriental Pearl Tower and the Shanghai Ocean Aquarium. The property will boast impressive views of the Huangpu River and the Puxi district and will reflect the modern and contemporary design movement of 21st century China, with a minimalist elegance, impressive high ceilings and elegant furnishings throughout.


The REDLevel, Gran Melia's premium room category, will serve as an exclusive retreat for guests seeking the ultimate VIP experience with 119 rooms, 12 suites, one Presidential Suite and one Imperial Suite. In addition to the standard deluxe amenities offered, REDLevel guests will enjoy a private check-in area, continental breakfast, complimentary happy hours with hors d'oeuvres, and access to The REDLevel Lounge -- a private space for guests to relax in privacy.


For the business and corporate group traveler, the Gran Melia Shanghai will offer a range of meeting and convention facilities, including a Grand Ballroom with a cocktail reception capacity of up to 800 people. Additionally, there will be 17 meeting rooms which can accommodate groups from 20 to 150 people. Other business-focused services and amenities include WiFi throughout the building, fully-equipped business center offering secretarial and translation services, fax and email access, as well as two additional breakout rooms for up to 10 guests.


The property will also boast four world-class dining venues including a sumptuous traditional Cantonese restaurant "Suntime Century," an elegant Spanish restaurant "El Albero," and an a la carte Italian restaurant "Acqua," along with a breakfast buffet area and international coffee shop. Additionally, guests will be able to enjoy an energetic Cuban music bar "Havana Night" and a lobby bar, as well as the destination rooftop bar, "Red Passion," which will provide stunning views of the Huangpu River and the Puxi District set in an ultra modern setting.


Gran Melia Shanghai's guests will also have exclusive access to the on-property YHI Spa, Gran Melia's signature destination retreat. Named after the "Goddess of Light," the expansive spa will be dedicated to providing superior traditionally-inspired massage and beauty treatments as well as a series of pools containing revitalizing water ritual experiences. Adjacent to the spa, a full service Health Club will provide state-of-the-art fitness equipment to visitors.

Kamis, 10 Desember 2009

" Urang Awak " Motivator

sebagai Motivator bagi kita ,bagaimana perjuangan Uda /Mamak awak ko sampai ke Top posisi di perusahaan Multinasional/dan Pemerintahan
Perjuangan pahit , tidak seindah apa yang di lihat orang dan apa yang telah di capai.

- Ir.Irman Msi , Dirjen.Kepddukan & Catatan sipil Depdagri
- Arifin Tasrif, dirut PT Petrokimia Gresik
- Arwin Rasyid, dirut Bank CIMB Niaga
- Evi Firmansyah, direktur Bank BTN
- Fazwar Bujang, dirut PT Krakatau Steel
- Felia Salim, direktur Bank BNI
- Hasnul Suheimi, dirut PT. Excelcomindo
- Herman Darnel, direktur PT Indonesian Power
- Johnny Suwandi Syam, dirut PT Indosat
- Karni Ilyas, direktur TV One

Medan Desember 2009

Bersama " Ir.Irman MSI "

Minggu, 06 Desember 2009



Holiday and Year End Safety & Security Suggestions

By Dr. John Hogan CHE CHA MHS
December 1st of any year marks a number of things for many of us globally, regardless of where we live. The last month of the calendar year is often time for social parties for companies and associations, as well as family gatherings. There are holiday get-togethers for department staffs, retirement celebrations and to mark the end of a (hopefully) successful year.
I like to compare the holiday season with the way a child listens to a favorite story. The pleasure is in the familiar way the story begins, the anticipation of familiar turns it takes, the familiar moments of suspense, and the familiar climax and ending.
Fred Rogers (1928 - 2003) American educator, Presbyterian Minister, songwriter and TV host of Mister Rogers' Neighborhood, in production from 1968 to 2001.
Early December should also be a focused time of year for those of us in the hospitality world of food service, accommodations, spas/relaxation centers and beverage service. It is a time of refresher awareness in the care of alcoholic beverage service.
1. The reviews in the training of alcoholic beverages should include of course all bartenders and servers, as they are the front line of guest contact relating to consumption and service. Prudent managers also include training for additional members of staff who might meet a guest or customer who should not be permitted to drive. These staff positions include front desk, bell staff, door attendant and valet parking attendants.
2. Additional attention and consideration should be given to security levels, as they can supply a critical presence and sense of control in sensitive interactions. In recent years, incidents of overflow crowds in clubs or lounges have been cause for concern and your staff should be aware and trained on emergency evacuation. This also means management following up that all exits are clearly marked and clear, and room capacity limits are maintained.
3. While there is often a fine line on the denying a motor vehicle to its owner, there is a clear obligation to not contribute to an unsafe driver on the road who left your establishment. Training should be considered and delivered to address that challenge. Many cities and organizations have no cost or free transportation services available and your staff should be aware of local options.
4. Carefully check all electrical cords, wiring and plugs for decorative lighting or animated characters. Check the cord insulation and determine that connections between plugs and wall receptacles are all safe and in order.
5. During documented inspection tour as your decorations are put in place, check vigilantly on the stability and integrity of doors, windows, stairs, railings, balconies, the base of flag poles or any locations where decorations may be displayed, Check all areas where a rust stains are noticed, as this could be a sign of water leaks or other potential problems.
6. Make sure all decorations, hangings, wreaths, wall décor, garlands, etc. are securely fastened.
7. If you prefer or insist on live decorations in trees or wreaths, confirm with your local fire authority relating to codes and any special handling required for such items that are used indoors.
8. Be prepared for any climate challenges. If you are in a cold climate with snow clearing equipment at your property, conduct a documented thorough inspection and maintenance checklist. Be pro-active in preparing for ice storms, sleet, blizzards and sub-arctic temperatures. I know of a number of properties in my career that required additional water, food supplies, blankets, etc and preparation can be important if that is in your forecasts. Verify that you have adequate quantities of (green) treatment chemicals for ice and snowy surface and establish procedure for out-door work with proper clothing for exposed areas protection against freezing temperatures, Limit time of exposure while employees are performing out-door tasks.
9. Check and document the air intake and exhaust systems for the property, ensuring they cannot be blocked. Document a systematic safety test of the boiler or other heating system equipment, pumps, hot water delivery systems, fans, heating pipes, lines, etc. There have been cases of carbon monoxide build-ups in storage areas adjacent to indoor hotel pools that have had serious repercussions for non-attentive owners or managers.
10. Review emergency and communication systems in your community. When was the last time a representative of your property met with local police and/or fire authorities to review communication practices or to double check any special situations they might be facing? This year, many police and fire services are facing severe budget crunches and your sensitivity will be appreciated.
11. Remind cashiers to be especially alert as this is a high season for both increased potential of armed robbery and from fraud artists who attempt to pass counterfeit money or request change for large denominations in busy times that are at times confusing.
12. In a recent column titled SEASONAL SAFETY AND SECURITY REMINDERS, I offered a number of strategies on CRIME PREVENTION for ARMED ROBBERY. The full list is there but they included tips on visibility, on keeping outlet displays free from clutter, on training of staff relating to the potential and several suggestions on staffing and cash management.
13. Finally, if your property is providing a staff Holiday Party sponsored by ownership or management, care must be taken for staff as is provided to guests as outlined in #1-3 mentioned earlier. If you are hosting a holiday party for the staff, be sure there is a designated driver or other transportation alternative if alcoholic beverages are served.
What are you doing at your hotel today?

Kamis, 03 Desember 2009

Khasiat Merica Hitam

Tahukah anda bahwa merica hitam yang selama ini dikenal sebagai bumbu penyedap makanan ternyata termasuk bahan alami yang berpotensi sebagai afrodisiak.
Hal ini disebabkan kandungan piperine dalam tanaman inilah yang membuat gairah seks meningkat. Mekanismenya bekerja di area sintesa nitrit oxicide (NO) di endothelium (lapisan dalam pembuluh darah). Merica hitam dapat dikonsumsi lewat hidangan masakan sehari-hari. Nitrit oksida itu terutama memengaruhi mekanisme saat ereksi.
Namun, selain memberi khasiat positif, merica juga menimbulkan efek samping. Jika mengonsumsinya secara berlebihan jantung bisa berdebar-debar. Karena itulah, mereka yang merasa perlu tambahan gairah seksual sebaiknya tidak mengonsumsi merica hitam secara berlebihan.
Selain merica, ada satu bahan alam yang ternyata juga bisa digunakan untuk meningkatkan gairah seks. Bahan itu adalah lycorice, tapi lebih dikenal sebagai kayu legi. Sebenarnya, bahan ini sering dikonsumsi sehari-hari, tapi jarang orang mengetahui khasiatnya. Sementara, jenis tanaman ini sejak lama digunakan sebagai afrodisiak di negeri Mesir, China dan India.
Lycorice berkhasiat meningkatkan stamina. Dalam tanaman ini mengandung phytoestrogen (hormon estrogen asal tumbuhan). Hormon tersebut biasanya memperlancar peredaran darah di penis saat ereksi. Umumnya, lycorice dapat dikonsumsi melalui minuman jamu. Tapi perlu diingat bahwa kayu legi tidak sama dengan kayu manis yang biasa digunakan sebagai penyedap makanan.
Seperti bahan alam lainnya, selain khasiat, lycorice juga punya efek samping. Itu pun jika dikonsumsi secara berlebihan akan meningkatkan tekanan darah tinggi. So, bijak-bijaklah menentukan menu afrodisiak untuk memicu gairah anda.

Mengembangkan Sikap Positif

Tidak ada orang yang sepanjang karirnya tak pernah menemui hambatan. Hal yang terpenting ketika menghadapinya adalah tanamkan selalu sikap positif dalam diri untuk membantu mengatasi permasalahan dan kemunduran kerja.

Ingatlah bahwa Anda merupakan kunci utama sekaligus penanggung jawab penuh untuk membuat diri anda sukses dalam membangun karir.
Anda dapat mengadaptasi tips berikut dalam mengembangkan sikap positif Anda sendiri di tempat kerja.

1. Berikan yang terbaik untuk setiap hal yang anda lakukan. Katakan pada diri anda bahwa sesuatu yang baik memang baik. Berapa banyak pekerjaan yang bisa anda lakukan dengan lebih baik? Percayalah bahwa selama anda melakukan yang terbaik semaksimal yang anda bisa, dalam situasi tertentu, pekerjaan akan selesai dengan sendirinya.

Akan selalu ada kritik yang akan datang kepada anda. Mereka seolah lebih mengerti bagaimana caranya menyelasaikan pekerjaan itu dengan lebih baik. Mereka menyuruh anda melakukan ini itu tanpa berfikir keterbatasan yang mungkin bisa anda capai dalam bekerja.

Biarkan saja mereka. Orang-orang seperti itu sebenarnya hanya menggunakan skala perfeksionis untuk sekedar mengkritik anda.

2. Segala sesuatu yang terjadi tidak selalu seburuk yang anda kira. Sebuah penelitian menyebut bahwa hanya 4% dari kekhawatiran anda yang menjadi kenyataan. 4% tersebut biasanya merupakan kekhawatiran yang sangat kecil.

Ketika anda merasa beberapa hal berubah menjadi buruk dan anda mulai khawatir, ingat saja 4% itu. Anda lebih baik memfokuskan energi pada pekerjaan Anda.

3. Berfikir positif pada diri sendiri. Berpikir positif mungkin terdengar seperti istilah yang paling klise, namun faktanya ini akan membantu anda. Jadi pastikan anda melakukannya secara kontinyu.

Mengembangkan sikap positif di tempat kerja tidaklah mudah. Seperti segala sesuatu dalam hidup, Anda perlu berlatih. Pilih satu dari daftar ini dan ingatkan diri sendiri tentang hal itu setiap kali Anda mulai khawatir atau menghadapi tantangan.

Senin, 30 November 2009

Perempuan Kurang Berdayakan Media

MedanBisnis– Medan
Terobosan perempuan potensial tidak dikenal luas oleh masyarakat. Hal itu terjadi karena perempuan kurang memberdayakan media. Padahal, aktualisasi peran perempuan di tengah masyarakat juga tidak terlepas dari peran media.
Demikian disampikan Ketua Kaukus Perempuan Indonesia Sumut yang juga anggota DPD RI pemilihan asal Sumut, Prof Dr Darmayanti Lubis, dalam Seminar bertajuk “Perempuan, Media, dan Kepemimpinan”, yang diselengarakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut bekerjasama dengan Kaukus Perempuan Indonesia Sumut, di Hotel Madani Medan, Kamis (26/11).
Menurut Darmayanti, selama ini perempuan kurang memberdayakan media sebagai tempat mengatualisasikan diri dan kemampuannya. Untuk itu, diperlukan upaya yang kontinyu untuk berperan aktif dan mengajak media ikut dalam membesarkan kinerja perempuan.
Lebih lanjut dikatakannya, peran media tersebut tidak hanya dimanfaatkan pada saat kampanye berlangsung. Tapi juga perlu dilakukan dalam rangka merangkum komunikasi publik dengan masyarakat terkait fungsi media dalam pendidikan dan sosial kontrol.
“Hal ini terbukti sewaktu saya kampanye untuk calon DPD RI 2004 dan 2009 lalu. Saya kalah pada Pemilu 2004 karena saya kurang beredar di media, konstituen tidak kenal maka saya tidak terpilih. Makanya pada Pemilu 2009 kemarin selain terus melakukan komunikasi politik di basis saya juga hadir di media dalam sejumlah kegiatan,” ujarnya.
Senada Dosen Fisip Universitas Sumatera Utara (USU), Rosemary Sabri melihat bahwa kepemimpinan perempuan akan sangat masuk akal menjadi lebih kuat dengan kehadiran media. Hal inilah yang perlu dilakukan terus, sebab tanpa media, kinerja apapun yang sangat mulia akan berdampak terbatas. Terutama dalam rangka merangkum aspirasi dan dan menyebar produk-produk kepemimpinan seperti program atau kebijakan.
“Tanpa publikasi dari media, apapun yang kita lakukan akan sangat terbatas dampaknya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro TVOne Medan, Linova mengungkap, dalam perjalanan kerjanya selama 10 tahun terakhir sebagai jurnalis, cukup sedikit mendapatkan narasumber perempuan yang membahas soal pendidikan, politik, hukum, dan pemerintahan, yang notabene menjadi sumber masukan bagi pembangunan. Sehingga ketokohan dan kepemimpinan perempuan jarang muncul di media.
“Diharapkan melalui Forum Jurnalis Perempuan Indonesia yang kini berusia dua tahun dapat mendorong kepemimpinan perempuan dalam masyarakat supaya lebih eksis dalam pembangunan,” ucapnya.
Dosen Psikologi USU, Emmy Abbas dalam kesempatan itu menyatakan, sifat kepemimpinan itu sangat bergantung dari lingkungan hidup seseorang, baik laki-laki maupun perempuan.
Jiwa kepemimpinan seseorang dipupuk dari bakat dan faktor ekternal dirinya. “Secara psikologi, jiwa kepemimpinan itu sangat terpengaruh oleh faktor lingkungan,” terangnya.
Jadi, kepemimpinan perempuan pun sangat bergantung dari sebesar apa dirinya menempa diri dalam sebuah komunitas yang menuntut pengambilan keputusan yang tepat dan tegas, serta bagaimana merangkul berbagai latar belakang untuk bersatu dalam sebuah tujuan.

" Alam yang Indah .....di Pagi hari "-Kampungku -

Sambungan ..31

Sambungan….
31 Sebab Utama Kegagalan (4)

23. Tidak mau bertoleransi.
Seseorang yang berfikiran picik dalam bisnisnya, jarang akan memperoleh kesuksesan secara permanen.

Orang yang menganggap ras, suku, agama sebagai perbedaan mendasar untuk mejalankan usaha, sudah pasti tidak akan berkembang.

24. Tidak bisa mengendalikan nafsu.
Nafsu bukan hanya terbatas pada pemuasan hasrat seks semata. Ambisi yang berlebihan, keinginan untuk memonopoli sesuatu, mencelakai orang lain, perasaan iri dan dengki,bila tak terkontrol, bisa jadi jurang menuju kegagalan.

25. Tidak sanggup menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Banyak orang kehilangan pekerjaan atau kesempatan hanya karena tidak bisa menjalin kerjasama yang baik dengan pihak lain.

Sikap ini harus dihindari terutama oleh para pemimpin, pedagang bila ingin meraih sukses.

26. Mempertahankan nepotisme.
Memperoleh kekuasaan hanya dengan mengandalkan kekayaan orang tua atau kerabat, tidak akan bertahan lama. Tanpa usaha sendiri, tak ada keberhasilan yang mudah diraih.

27. Tidak jujur yang disengaja.
Kejujuran sangat penting dalam membangun bisnis dan karir. Seseorang bisa saja terdesak untuk mengucapkan sebuah kebohongan.

Namun kebohongan yang disengaja untuk meraih sukses seketika, pastinya bukan tipikal orang sukses.

28. Terlalu membanggakan diri.
Menyanjung diri sendiri didepan orang lain, merupakan jurus ampuh untuk membuat mereka menjauh dan pergi dari anda.

Apalagi bila memuji diri sendiri untuk hasil yang diperjuangkan oleh orang lain. Sudah pasti pintu sukses anda akan tertutup.

29. Berspekulasi.
Lebih suka menebak-nebak dari pada berpikir. Kebanyak mereka yang gagal, adalah mereka yang malas berpikir, mengumpulkan data dan menganalis bisnis.



30. Tak cukup modal.
Tak dapat dipungkiri bahwa modal merupakan jantung dari sebuah usaha. Namun penyebab kegagalan karena kurangnya modal jauh lebih sedikit ketimbang karena sebab-sebab di atas.

31. Faktor X.
Poin ini dikhususkan untuk penyebab yang belum tercantum di 30 sebab yang lain. Karena bagaimana pun faktor keberuntungan, nasib dan hal-hal yang bersifat tidak kasat mata itu, terkadang menjadi sebab kegagalan.
Index >>

" Buah Sari Kaya "

"31 sebab utama kegagalan "

Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich menyebutkan setidaknya ada 31 sebab kegagalan yang kerap dilakukan para “pencari kekayaan”. Kegagalan inilah yang seharusnya diantisipasi dan ditanggulangi oleh mereka.

Simak penyebab kegagalan tersebut menurut Hill.

1. Latar belakang atau faktor keturunan yang kurang menguntungkan. Tidak semua orang terlahir dengan kecerdasan dan kesempurnaan fisik yang sama.

2. Kurang mempunyai tujuan hidup yang jelas.
Seseorang yang tidak memiliki target, cita-cita atau tujuan hidup yang jelas merupakan ciri orang yang gagal.

Menetapkan tujuan secara tegas membuat kita mampu untuk menggiring hidup tetap dijalan yang baik dan memastikan diri tergerak untuk lebih maju dan lebih kaya.

3. Tidak memiliki keinginan untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih tinggi dari taraf sebelumnya.
Seseorang yang bersikap masa bodoh pada kehidupannya, dapat dipastikan tak akan menjadi lebih baik bila tidak berubah dan menyadari pentingya peduli terhadap diri.

4. Tidak memiliki pendidikan yang cukup.
Pendidikan tak harus melulu diperoleh dari bangku sekolah. Banyak contoh sukses orang-orang yang berhasil menapaki sebuah bisnis dengan otodidak.

Berbekal kemauan untuk terus belajar, orang-orang non akademik tersebut, terkadang malah jauh lebih mahir ketimbang mereka yang bergelar akademis.

Mereka termasuk tipe “orang lapangan “ yang tak hanya terkurung pada teori tetapi belajar dari pengalaman dan praktek nyata yang telah mereka lakukan.

5. Kurang disiplin pada diri sendiri.
Mendisiplinkan orang lain pastinya jauh lebih mudah ketimbang kita harus memaksakan diri sendiri untuk disiplin.

Memegang kendali sepenuhnya atas penguasaan emosi sendiri menjadi kunci untuk berhasil. Bila kita tidak mempu menjadi self emotional controller, jangan harap kita mampu menguasai keadaan apalagi persaingan bisnis.

6. Kondisi badan yang tidak fit.
Tak ada seorang pun yang mampu menapaki kesuksesan bila tidak didukung dengan kondisi tubuh yang prima.

Beberapa kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan berlebihan, tidur tidak teratur, over negative thinking, kurang latihan fisik atau nafsu seks yang berlebihan, bisa menjadi pemicu ketidaksehatan tubuh.

7. Pengaruh trauma masa kecil.
Sebagian orang mungkin mengalami nasib yang kurang beruntung saat melalui masa anak-anak mereka.

Kekerasan yang terjadi atau trauma-trauma masa lalu dalam lingkungan hidup mereka ternyata bisa mempengaruhi emosi secara keseluruhan.

Hal ini berimbas pada ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan emosi yang akhirnya dapat menyebabkan kegagalan.

8. Menunda sesuatu dengan alasan menunggu waktu yang tepat.
Banyak orang terpaku pada saat yang tepat untuk melakukan sesuatu. Mereka menanti waktu-waktu tertentu yang dianggap baik untuk mencapai sukses.

Padahal, saat mereka menunda-nunda hal tersebut, berbagai kesempatan baik justru terlewat oleh mereka. Karena itu, dari pada menundanya, lebih baik lakukan saja. Di tengah jalan saat anda berusaha meraih kejayaan, anda akan menemukan apa-apa yang menjadi kebutuhan anda untuk maju.

Akhirnya, saat yang baik akan menghampiri anda tanpa harus buang-buang waktu menunggunya datang dengan tidak melakukan apa-apa.

9. Kurang memilki daya tahan dan ketabahan.
Tak banyak orang yang mampu bertahan menghadapi krisis. Seseorang seringkali terlihat hebat saat baru memulai usahanya.

Namun ditengah jalan, ketika dia mulai menghadapi kesulitan, dia menyerah. Belum lagi mereka yang tidak tahan mendengar berbagai opini negatif dan sindiran kerabat atau sahabat yang makin mematahkan semangat.

Padahal, dengan sedikit ketabahan dan daya tahan kuat yang lebih, dia bisa mempertahankan usahanya tersebut.

10. Memiliki kepribadian negatif.
Menjalin sebuah bisnis sejatinya bertumpu pada kemampuan untuk menjalin sebuah hubungan (networking) kepada pihak lain.

Seseorang yang berkepribadian negatif tentunya sulit atau bahkan tak akan mampu mempertahankan jalinan tersebut.

Tak ada harapan bisa mencapai sukses bagi mereka yang berkepribadian negatif.

11. Tidak mampu mengendalikan nafsu seksual.
Hasrat seksual merupakan dorongan yang paling berpengaruh dalam diri seseorang.

Karena itu, seseorang harus mampu mengendalikannya agar memperoleh penyaluran yang tepat dan layak dengan kegiatan yang bermanfaat.

12. Memperoleh kekayaan dengan jalan pintas.
Siapa pun tahu bahwa memperoleh kesuksesan bukan seseuatu hal yang dapat diraih dengan sekejap mata. Kekayaan sejatinya diperoleh dari hasil kerja keras tahunan.

Tetapi tetap saja, masih banyak orang yang lebih fokus kepada hasil dan bukan prosesnya. Mereka rela berspekulasi (judi) dengan mempertaruhkan uang dalam jumlah besar untuk mengharapkan hasil yang besar pula dalam waktu singkat.

Hasilnya, banyak dari orang-orang tersebut yang justru harus menelan pil pahit karena kerugian dan ambisi berlebihan mereka sendiri.

13. Kurang memiliki kepemimpinan yang tegas dalam mengambil keputusan.
Orang yang sukses adalah dia yang mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Kurang tegas dan lamban dalam memutuskan suatu perkara merupakan “pasangan kembar” penyebab kegagalan.

Ketika dia tidak tegas dalam memutuskan sesuatu disitu terjadi penundaan tindakan dalam menuntaskan permasalahan.

14. Memiliki ketakutan yang berlebihan.
Kegagalan seseorang yang disebabkan oleh rasa takut terhadap hal-hal seperti kemiskinan, putus cinta, dikritik, jatuh sakit, hari tua, maut dan sebagainya.

15. Pasangan hidup yang keliru.
Suami atau istri merupakan faktor penting dalam membangun karir dan menjadi sukses.

Percaya atau tidak, seseorang yang sukses biasanya memiliki pasangan yang mampu mendukung setiap jengkal usahanya.

Karena itu bila salah memilih pasangan hidup bisa mempengaruhi langkah sukses ke depannya.

16. Terlalu bersikap hati-hati.
Keputusan yang serba tergesa-gesa pastinya tak akan membawa anda ke level yang lebih baik dalam menjalankan bisnis.

Begitu pula sebaliknya, bila anda terlampau berhati-hati, bisa jadi kesempatan baik yang seharusnya bisa anda raih menjadi terlewat begitu saja.

17. Memilih rekan kerja yang keliru.
Sama seperti pasangan hidup, rekan kerja adalah orang yang akan sering anda temui sepanjang perjalanan usaha anda.

Karena itu pastikan anda memilih rekan kerja yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam berusaha. Seseorang yang cerdas dan berkepribadian baik, gigih dan mampu berpartner bersama anda.

18. Terlalu percaya tahayul dan berprasangka buruk.
Prasangka dan tahayul ini kerap muncul karena rasa takut yang berlebihan. Karena itu, jadilah seseorang yang berpikiran luas dan tidak takut menghadapi tantangan hidup.

19. Keliru memilih jabatan atau lowongan kerja.
Ini adalah hal yang paling sering dialami banyak orang yang meniti karir. Menduduki sebuah jabatan atau menjalani karir selama bertahun-tahun, namun tidak menemukan kesempatan lebih untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih maju.

Pilihan karir pada awalnya juga menjadi penting. Jangan asal bekerja dan malah merasa “stuck” ditengah karir. Tetapi pilihlah jalur yang anda senangi dan anda yakin bisa mencurahkan perhatian atas pekerjaan tersebut.

20. Tidak fokus pada suatu usaha.
Mungkin anda tergolong pribadi yang multitalented. Tak ada hal yang tidak bisa anda lakukan. Hal itu baik pada satu sisi, namun berdampak buruk di sisi yang lain.

Dalam bisinis sebaiknya hindari mengembangkan banyak usaha, bila anda baru saja akan merintisnya. Pikiran anda pastinya akan terbagi. Karena itu, lebih baik pusatkan pikiran anda pada salah satu jenis usaha saja.

21. Kebiasaan menghambur-hamburkan uang.
Seseorang yang gemar menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang tidak jelas pastinya bukan merupakan seseorang yang sukses.

Mereka yang sukses adalah yang mampu mengatur pengeluarannya dan selektif dalam membeli. Mereka juga pastinya orang yang memikirkan masa depan. Lebih memilih menabung dan berinvestasi.

22. Kurang antusias dan tidak semangat berjuang.
Pada dasarnya, semangat merupakan material yang mudah menular. Karena itu, seseorang yang memiliki semangat juang akan lebih mudah bergaul dan berbaur dalam suatu komunitas agar dapat melebarkan jaringan.